Dialek Tokyo Sebagai Bagian Dari Bahasa Nasional Jepang

Penerjemah Jepang

tokyo dialect

Bahasa nasional tiap negara mempermudah proses komunikasi antara warga negaranya, tidak terpaku dengan lokasi, suku, ras, maupun agama. Pemerintah telah menentukan bahasa nasional tentu dengan pertimbangan yang matang dan tidak main-main, dengan tujuan mempesatukan negara dan mempermudah jalannya proses komunikasi antara warga negaranya, baik itu di dalam maupun luar negeri.

Negara yang dikenal dengan sebutan matahari terbit ini berbentuk kepulauan dan pulau-pulau kecil di bagian selatan. Faktor inilah yang membuat Jepang mempunyai kekayaan berupa dialek-dialek di tiap-tiap wilayahnya. Dialek yang cukup dikenal adalah dialek Tokyo, dialek nasional bangsa Jepang yang dipelajari oleh sebagian orang dan dialek Osaka yang juga banyak disebutkan dan dipergunakan di berbagai tayangan hiburan. Dialek Tokyo menunjang proses komunikasi antar warna negara secara nasional dan antar warga negara dengan warna negara asing. Apalagi dengan kenyataan bahwa mayoritas warga negara Jepang memilih untuk berkomunikasi dengan bahasa pertama mereka, bahasa Jepang dibandingkan bahasa Inggris sebagai bangsa Internasional. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi orang Jepang.

Akhir-akhir ini, pemerintah Jepang menegaskan untuk meningkatkan penggunaan bahasa daerah seperti dialek Okinawa dan bahasa Ainu. Beberapa anak kecil di Jepang yang bertempat tinggal di pulau Ryukyu mulai mempelajari dan menggunakan bahasa Okinawa, sedangkan bahasa Ainu lebih sering dipergunakan oleh penutur berusia lanjut di daerah Hokkaido yang terletak di bagian utara Jepang. Selain kebijakan ini, penggunaan bahasa Inggris juga perlahan mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah yang terdapat di seluruh wilayah di Jepang. Namun hal ini tentu saja tidak akan semudah itu untuk menggantikan posisi dialek Tokyo yang merupakan bahasa nasional, dengan Tokyo yang mempunyai populasi nomor satu terbanyak di antara kota-kota di negara Jepang lainnya.

Proses adaptasi dari tulisan Jepang yang juga tidak dapat dipisahkan dari dialek Tokyo didapatkan dari negara tetangga, Cina dan diadaptasi dengan kebutuhan dan teknik yang telah disesuaikan dengan budaya Jepang. Dengan menguasai tulisan Jepang dan dialek Tokyo, tentu saja akan menjadikan poin tambahan untuk dapat berkomunikasi dengan orang Jepang.

Adaptation process of Japanese letters that come as a packet with Tokyo dialect was obtained from next country, China. It has been changed into simpler that suit with what Japanese needs and it’s technique, regarding Japan culture.

Kosakata Bahasa Jepang

japanese vocabulary

Kali ini Anindyatrans akan membahas cara menambah kosakata bahasa Jepang. Salah satu hal pertama yang muncul di benak dari individu yang ingin mempelajari kosakata bahasa Jepang adalah bagaimana cara menghapalkan kosakata bahasa Jepang baru yang jumlahnya tidak sedikit? Apalagi kosakata bahasa Jepang menggunakan huruf yang berbeda dengan bahasa asli, misalnya kosakata bahasa Jepang, itu akan menambah jumlah pertanyaan yang akan muncul di kemudian hari. Apa kemampuan menulis dan menghapalkan bentuk-bentuk huruf tersebut dan menerapkan latihan agar memahami cara pemakaiannya bisa didapatkan di kemudian hari? Berbeda dengan individu yang memfokuskan dirinya untuk memperlajari bahasa asing dengan cara lisan, menghapalkan huruf-huruf baru mungkin akan menjadi opsi kesekian baginya.

Cara paling mudah yang tidak jarang dilakukan oleh pembelajar pemula kosakata bahasa Jepang adalah mendengarkan percakapan dan membaca teks sederhana setiap harinya. Mendengarkan lagu, atau kadang juga percakapan singkat akan mengasah kemampuan pendengaran dan membiasakan diri untuk berhadapan dengan intonasi dari pengucapan tiap-tiap kata yang seringkali tidak terdapat di media cetak. Sebagai pelengkap, tentu bisa membaca teks sederhana dan memberikan tanda di bagian-bagian yang dirasa masih asing, kamus tentu saja menjadi media penolong dalam hal ini.

Bila dirasa sudah cukup menguasai dan mahir dalam menggunakan kosakata bahasa Jepang secara non lisan, maka kini saatnya untuk menerapkannya secara lisan. Banyaknya media sosial dan media lain memungkinkan untuk mendapatkan satu atau lebih teman dari negara bunga Sakura yang misalnya memiliki kesamaan di bidang tertentu. Obrolan singkat dan mudah di awal komunikasi dapat berpengaruh dengan lancarnya proses komunikasi antara dua pihak, yang secara bertahap nantinya akan makin berkembang. Tentu saja kosakata bahasa Jepang juga akan makin berkembang, bahkan tidak menutup kemungkinan aman memperoleh pengetahuan baru mengenai bahasa sehari-hari, budaya, dan informasi terbaru tentang negara mereka. Ini akan menjadi salah satu wujud dari terkembangnya persahabatan antara dua negara yang harmonis.

Tidak terbatasnya cara untuk menambah kosakata bahasa Jepang akan memudahkan pembelajar untuk selalu mengembangkan kemampuan mereka. Menghapalkan dan membiasakan merupakan kombinasi yang patut untuk dicoba oleh pembelajar pemula bahasa Jepang.