Osechi-Ryori Makanan Khas Tahun Baru Jepang

osechi ryori

Osechi-ryori, makanan khas tahun baru Jepang oleh Anindyatrans. Layaknya negara-negara lain, Jepang juga merayakan tanggal 1 Januari secara semarak dengan tradisi dan makanan khas tahun baru. Tahun baru tanggal 1 Januari termasuk hari libur nasional sehingga mayoritas dari perusahaan akan meliburkan karyawannya hingga tanggal 3 Januari. Tahun baru dirayakan dengan cara berkumpul dengan keluarga, berbeda dengan pesta akhir tahun (Bounenkai) yang dirayakan dengan rekan kerja.
Di malam tahun baru tanggal 31 Desember misalnya, semua kuil Budha yang terdapat di Jepang akan secara serentak membunyikan lonceng kuil (disebut juga joyo-no-kane) sejumlah 108 kali, dengan maksud melambangkan 108 jenis dosa manusia dan mengusirnya sehingga dapat memulai tahun baru dengan hati yang bersih dari segala dosa.
Akan mudah ditemukan hiasan dari ornamen bambu, pinus, dan plum yang diletakkan di depan rumah atau gerbang masuk. Hiasan ini bernama kadomatsu. Tentu saja keadaan rumah maupun pakaian telah dibersihkan sejak proses osouji sebelum tahun baru, yaitu bersih-bersih rumah di akhir tahun. Tak hanya hiasan, makanan khas tahun baru (osechi-ryouri, biasa disingkat menjadi osechi) juga tersedia dalam wadah kayu bernama jyuubako. Makanan khas ini terdiri dari berbagai hidangan, mulai dari lobster, rumput laut yang telah direbus, kamaboko, kentang tumbuk dengan bumbu manis dan kastanye, dan kacang kedelai hitam yang rasanya manis. Masing-masing daerah seringkali menambahkan makanan khas daerahnya. Campuran rasa manis, asam, dan dikeringkan menyebabkan osechi-ryouri bisa tahan lama meskipun tidak disimpan di lemari pendingin.
Makanan pelengkap osechi-ryouri adalah ozoni, yaitu sup dengan bumbu dan bahan yang disesuaikan dengan masing-masing daerah, dan potongan mochi di dalamnya. Proses menumbuk mochi (mochitsuki) juga seringkali dilakukan sebelum tahun baru, dengan satu orang yang bekerja sama untuk membolak-balik mochi dan satu orang yang bertugas untuk mengayunkan alu dengan ritme tertentu. Mochi juga digunakan untuk hiasan bernama kagamimochi, dengan dua mochi yang diletakkan sejajar dan diberi satu buah jeruk di atasnya. Ini untuk lambang dari generasi-generasi sebelumnya.